Visi Sekolah

VISI : KOMPETITIF DALAM PRESTASI, BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, DAN BERBUDAYA

Rabu, 13 Juni 2012

7 Cara Jadi Pribadi Disukai

Disukai banyak orang, sungguh menyenangkan. Tetapi bukan hal mudah untuk menjadi pribadi yang disukai. Memang kita tak bisa menuntut orang menyukai kita. Tetapi, tak nyaman juga menjalani hidup jika banyak orang tak menyukai kita. Berikut ini 7 cara agar kita menjadi prbadi yang disukai. Ya, paling tidak dengan menerapkan tips ini tak terlalu banyak musuh atau orang yang tak menyukai kita.  

1. Tulus Sifat yang paling disukai oleh semua orang. 
      Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.
Akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut mer lusan yang selembut mer pati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Hal ini penting agar ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. 

Sabtu, 02 Juni 2012

LULUS

Selama 3 tahun sudah senang dan duka telah dilalui. Dengan perjuangan yang teramat berat, akhirnya berbuah manis. Yang teramat berat adalah ketika harus menapaki kelas IX (sembilan). Dari awal telah di gembleng sedemikian rupa hingga terkadang tidur tidak nyenyak hanya untuk meraih kesuksesan. 

Pagi hari harus bangun pagi agar tidak terlambat dan siang haripun harus pulang belakangan karena harus mengikuti pelajaran tambahan. Namun semua itu bukanlah satu hambatan untuk meraih masa depan. Apalagi ketika harus mengikuti ujian praktik, ujian sekolah dan Ujian Nasional. 

Pusing...Pusing...Pusing!

Dag..Dig..Dug bercampur aduk menjadi satu. Galau..... Perasaan yang bercampur aduk akhirnya menjadikan suasana haru dan kegembiraan yang tiada tara. Akhirnya kerja keras selama ini berbuah manis karena penantian selama ini sudah terjawab yaitu kelulusan yang diumumkan hari Sabtu tanggal 2 Juni 2012.

Namun semua itu belum akhir dari perjalanan karena segudang tantangan sudah menghadang di depan mata. Ketika harus menentukan pilihan sekolah mana yang menjadi tujuan dengan melihat keadaan nilai yang telah diraih. Apakah harus disekolah Favorit ataukah sekolah Negeri bahkan sekolah swasta. Saat itulah perlu keputusan yang tepat dan penuh dengan strategi.

Selamat bagi kalian semua yang telah meraih kesuksesan saat ini, teriring doa mudah-mudahan jalan panjang dapat kalian lalui dengan selamat. Selamat jalan untuk kalian semua.

Senin, 21 Mei 2012

Lomba Menulis Cerita Untuk Siswa SMP/Mts 2012

Halo Siswa SMP/MTs di seluruh Indonesia....
Kalian mungkin pernah berimajinasi melakukan sebuah petualangan yang seru, menegangkan, atau mungkin menharukan. Yuk,tuliskan imajinasi kalian menjadi sebuah cerita yang menarik. Kemudian kirimkan ke Panitia Lomba Menulis Cerita untuk SMP/MTs 2012. 15 (Lima belas) peserta terbaik akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi final.

Tema:
1. Kejujuran
2. Disiplin
3. Cinta Tanah Air
4. Cinta Lingkungan
5. Kasih Sayang

Persyaratan:
  • Peserta adalah siswa SMP/MTs (dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah).
  • Tulisan berbentuk cerita
  • Tulisan dibuat sendiri dan bukan merupakan jiplakan, saduran, atau terjemahan dari karya lain, diperkuat dengan "Surat Pernyataan Keaslian Karya/Naskah" (bermeterai Rp 6.000,00)
  • Tulisan belum pernah dipublikasikan dimedia manapun.
  • Panjang tulisan 4 - 10 halaman, diketik pada kertas ukuran A4 dengan jarak 1,5 spasi, jenis huruf Times New Roman 12 pt.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
  • Dihalaman akhir tulisan, ditulis biodata penulis serta nomor telepon, alamat sekolah,  dan alamat rumah.
Pengiriman Cerita:
 Cerita sebanyak 3 rangkap dimasukkan ke dalam amplop, pada bagian luar ditulis "LMC-SMP/MTs 2012", diantar langsung atau dikirim paling lambat tanggal 29 Juni 2012 (stempel pos).
Cerita dikirim ke alamat:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Sub Output Pembinaan Pendidikan Estetika
Pada Subbag Rumah Tangga Bagian Umum,
Setditjen Pendidikan Dasar
Komplek Kemdikbud, Gedung E, Lantai 5
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.

Hadiah
Panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai sebagai berikut:
1. Pemenang 1          : Rp 6.000.000,00
2. Pemenang 2          : Rp 5.500.000,00
3. Pemenang 3          : Rp 5.000.000,00
4. Pemenang 4          : Rp 4.500.000,00
5. Pemenang 5 s.d. 9 : Rp 4.000.000,00
6. Pemenang 10 s.d. 15 : Rp 3.500.000,00
Pajak hadiah sebesar 5% (PPH pasal 21) ditanggung pemenang.

Ketentuan Panitia
 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berhak menerbitkan dan menggandakan naskah yang terpilih.
Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Lain-Lain
Untuk Informasi lanjut, hubungi
Panitia Penyelenggara:
Telepon : (021) 5725616 dan 57851730
Email: estetika_lmc_sd_smp@yahoo.co.id
Website: http://dikdas.kemdiknas.go.id

Sabtu, 17 Maret 2012

Jurnal Penelitian Tahun 2011

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK UKURAN PEMUSATAN DATA TUNGGAL MELALUI MEDIA PERMEN 
DI SMP NEGERI 36 SEMARANG


AGUS SUPRIYANTO, S.Pd, M.Kom
SMP Negeri 36 Semarang
sainsfikri@yahoo.com


Abstrak

Matematika merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki oleh semua orang sehingga dalam pembelajaran di sekolah matematika memegang peranan yang sangat penting. Salah satu cabang matematika adalah statistika yang telah merambah kesemua cabang ilmu. Di dalam pembelajaran di sekolah, khususnya siswa SMP Negeri 36 Semarang terdapat beberapa materi yang sulit dipahami yaitu soal cerita yang menyangkut rata-rata.
Media permen salah satu alat untuk membantu kesulitan siswa dalam memahami soal cerita. Berdasarkan pengamatan dan wawancara, siswa  tertarik menggunakan media permen dalam kegiatan pembelajaran. Media ini sangat menarik bagi siswa, karena selama ini mereka belum pernah mengalami permen sebagai media pembelajaran. Selain itu media ini sangat mudah didapatkan dan berbiaya murah.
Hasil penelitian pada setiap siklus dalam penelitian selalu menunjukkan peningkatan hasil. Hasil tes pada siklus 1 sebesar 6,63 hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,86 dari tahap awal yang rata-rata nilainya sebesar 4,77. Pada siklus ke 2 terjadi peningkatan hasil d ari siklus pertama. Hasil rata-rata nilai pada siklus ke 2 adalah 7,56 yang berarti terjadi peningkatan hasil sebesar 0,93 dari siklus 1.
Media permen dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran baik sesama guru di SMP N 36 Semarang maupun sekolah lain yang mengalami permasalahan yang sama. Tidak menutup kemungkinan pada materi pelajaran matematika yang lain dapat memanfaatkan media permen dalam pembelajaran misalnya materi peluang.

Kata Kunci: Media, Permen, Statistika, Inovatif

 
Daftar Pustaka
1.             __________Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.             Anto Dajan.1984.Pengantar Metode Statistika jilid II. Jakarta:LP3ES
3.             Anto Dajan.1983.Pengantar Metode Statistika jilid I. Jakarta:LP3ES
4.             FIP-UPI, 2003. Media Pembelajaran. dalam www.upi.ac.id
5.             Nurhadi, Dr., 2004. Pembelajaran Kontekstual. Malang : Universitas Negeri Malang.
6.             S. Nasution, Prof. Dr., M.A., 2003. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
7.             Sudjana Nana, 2000. Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru.


Minggu, 04 Maret 2012

Jurnal Penelitian Tahun 2011

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI IHT DAN PEMBERDAYAAN MGMP TINGKAT SEKOLAH DI  SMP NEGERI 36 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012
                                           
L.YEKTI SETYOWATI, M.Pd.
SMP Negeri 36 Semarang


Abstrak

Berdasarkan UU tentang Guru dan Dosen, guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif (profesional), personaliti (kepribadian), dan sosial. Untuk meningkatkan kemampuan guru sehingga menjadi guru yang professional, maka dilakukan pelatihan melalui kegiatan In House Training (IHT) yang dipandu oleh teman sejawat yang telah lolos sebagai guru pemandu. Selain kegiatan IHT, dilakukan pula pemberdayaan MGMP tingkat sekolah sehingga kegiatan lebih terarah pada mata pelajaran. Kegiatan peningkatan profesional seorang guru dilakukan pula dengan Penelitian Tindakan Sekolah sehingga kegiatan akan lebih fokus karena akan diperoleh kelemahan dan kelebihannya.
Pada penelitian ini dilakukan melalui dua siklus. Siklus pertama adalah kegiatan IHT dengan melakukan workshop secara bersama-sama. Hasil yang diperoleh pada siklus 1 adalah sebanyak 33,3% kegiatan belum maksimal, hasil kuisioner sebanyak 45,65% guru kegiatan tidak efektif dan hasil tes akademik sebanyak 15 orang guru memperoleh nilai lebih dari 80.
Hasil siklus ke 1 belum maksimal, maka setelah dilakukan refleksi, maka dilakukan siklus ke 2 dengan melakukan pemberdayaan MGMP tingkat sekolah. Hasil yang diperoleh pada siklus ke 2 adalah sebagai berikut, sebanyak 82,61% kegiatan berjalan dengan efektif, hasil kuisioner menunjukkan 93,48% menganggap kegiatan berjalan dengan baik dan hasil tes akademik 84,78% peserta memperoleh nilai lebih dari 80%.
Perbandingan hasil siklus ke-1 dan siklus ke-2 menujukkan peningkatan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan MGMP tingkat sekolah sangat efektif untuk dilakukan. Dengan demikian kegiatan pemberdayaan MGMP tingkat sekolah perlu dilanjutkan untuk kegiatan-kegiatan yang lain.

Kata Kunci: Profesional, IHT, Pemberdayaan, MGMP

Jumat, 02 Maret 2012

KEAJAIBAN MATEMATIKA

Seringkali mendapatkan keajaiban dalam matematika. Banyak sudah penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam operasi hitung matematika, banyak pula diketemukan (mempunyai pola tertentu). Berikut ini adalah salah satu kejaiban matematika dilihat dari operasi hitungnya.
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

Jumat, 20 Januari 2012

Mengasah Kecerdasan Matematis Logis Anak Sejak Usia Dini

(oleh Rohmitawati, S.Si, Staf Sie Data dan Informasi PPPPTK Matematika Yogyakarta)
Sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Howard Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, menyatakan terdapat delapan kecerdasan pada manusia yaitu: kecerdasan linguistik/verbal/bahasa, kecerdasan matematis logis, kecerdasan visual/ruang/spasial, kecerdasan musikal/ritmis, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Tugas orangtua dan pendidik lah mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak.